Indikator
  • Undercontruction

Jelang Ramadhan, Petani Bunga Kenanga di Gresik Kebanjiran Order

Home / Peristiwa / Jelang Ramadhan, Petani Bunga Kenanga di Gresik Kebanjiran Order
Jelang Ramadhan, Petani Bunga Kenanga di Gresik Kebanjiran Order Salah satu pengepul bunga kenanga yang ada di Dusun Langkir, Desa Dukuhkembar (FOTO: Akmal/TIMES Indonesia)

TIMESGRESIK, GRESIK – Tradisi berziarah kubur atau nyekar jelang Bulan Ramadhan membuat petani bunga kenanga di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kebanjiran order.

Dalam berziarah ke sanak saudara yang sudah meninggal, masyarakat biasanya membawa bunga tujuh rupa. Bunga kenanga merupakan salah satu bunga tabur untuk ziarah ke makam. Biasanya dicampur dengan bunga mawar, pihong (kantil), dan melati.

Ketika TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) mengunjungi Desa Dukuhkembar, Kecamatan Dukun, Rabu (16/5/2018), banyak warga mencari bunga kenanga. Karena pohon bunga kenanga banyak ditemui di Desa Dukuhkembar, masyarakat mencari bunga tersebut sejak tiga hari yang lalu.

"Sudah dari tiga hari yang lalu. Karena banyak permintaan jadi kami cari bunga kenanga. Selain jelang Bulan Ramadhan, biasanya menjelang Hari Raya Idul Fitri harganya bagus, karena permintaan banyak," kata Napsiah (70), salah satu petani bunga kenanga.

Napsiah menjelaskan, petani bunga kenanga menguntungkan, apalagi saat momen-momen tertentu. Dalam sehari dirinya mampu mendapatkan 6 karung ukuran kecil.

"Kalau hari tertentu bisa dapat uang banyak, kalau hari biasa hanya mendapatkan ratusan ribu," jelasnya.

Senada dengan Napsiah, salah seorang pengepul bunga kenanga, Asiaroh juga mengeruk keuntungan yang sama dalam momen Bulan Ramadhan. Menurutnya, banyaknya permintaan masyarakat membuatnya untung jutaan rupiah. "Untung tiga kali lipat," tambah dia.

Asiaroh menjelaskan, biasanya bunga kenanga ia jual ke berbagai daerah seperti Gresik kota, Surabaya, Lamongan, hingga Tuban. "Karena banyak permintaan," ujarnya singkat.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Dukuhkembar, Asikin, menjelaskan, bahwa desa yang ia pimpin memang banyak tumbuhan bunga kenanga.

Dari seluruh warga, dia menjelaskan, separuhnya menjadi petani bunga kenanga. "Sejak zaman dahulu ditumbuhi bunga kenanga. Di samping menjadi petani padi, 50% warga juga mencari bunga kenanga. Ada di Dusun Langkir, Desa Dukuhkembar," tutup dia. (*)

Berita Terkait

Komentar